Back in Oita City

Sabtu, 18 Mei lalu gue diundang host mother untuk datang ke konser gitarnya. Yup, si okaasan yang satu ini memang super gaul. Pertama kali gue homestay di rumahnya, Desember 2011, beliau baru aja beli gitar dan berniat belajar. Eh, nggak sampai 2 tahun kemudian, beliau udah bisa tampil di konser gitar klasik bareng guru dan teman-teman satu tempat lesnya. Hampir semuanya kakek-kakek dan nenek-nenek, lho!

Sembari menunggu konser dimulai, gue dan 2 “anak tembok” (istilahnya anak-anak indonesia buat Warga Negara China–kapan-kapan gue ceritain deh asal usulnya) yang juga pernah home stay di rumahnya okaasan pun jalan-jalan di sekitar Oita Station. Memang udah cukup lama gue nggak mengunjungi kota tetangga ini.

Sebagai ibukota prefektur, Oita City memang jauh lebih “wah” dari Beppu. Walaupun nggak se “wah” Fukuoka, apalagi Tokyo, banyak gedung-gedung tinggi dan mal-mal bertebaran di sini. Soal kuliner, pastinya lumayan lengkap juga dong.

Selesai konser, gue dan 2 WNC tadi diajak maju ke panggung untuk foto bersama. Sayangnya gue nggak sempat minta foto dengan hp sendiri 😦

Terima kasih banget buat okaasan yang mengundang gue dan 2 “anak” nya yang lain ke konser ini. Terhibur banget lihat kakek-kakek dan nenek-nenek yang masih semangat main musik. Berharap diundang lagi ke konser selanjutnya, hehehe.

See you on my next journey! 🙂

Icha

Bersyukur

Sama sekali nggak bermaksud mengeluh…

Cuma mau bilang…

Bersyukurlah kalian yang bisa ketemu orangtua tiap minggu, tiap bulan, atau tiap lebaran.

Bersyukurlah kalian yang nggak perlu takut salah beli makanan karena bisa baca komposisinya.

Bersyukurlah kalian yang bisa bangun subuh karena suara adzan di masjid dekat rumah.

Masih banyak lagi hal yang harus disyukuri…

Jadi…

Mari belajar bersyukur.