Tentang Beasiswa LPDP: Seleksi Administrasi

Disclaimer: tulisan di bawah ini berdasarkan ingatan, catatan, dan pendapat pribadi penulis, jadi mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan.

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga saya menunaikan janji sharing tentang lika-liku mengejar beasiswa LPDP di blog ini. Semoga bermanfaat buat yang baca (kalau ada).

Jadi di sini saya nggak akan panjang lebar menjelaskan apa syarat-syarat mengikuti seleksi beasiswa LPDP, karena selain syaratnya berubah-ubah tiap periode, sudah ada juga info lengkapnya di sini. Yang jelas, pada saat saya mendaftar di bulan Oktober 2015, ada 3 item yang cukup membutuhkan usaha untuk dihadirkan: essay, rencana studi, dan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah. Bahas satu-satu yuk, cyin…

ESSAY

Ada dua essay (masing-masing panjangnya 500 kata) yang waktu itu harus saya buat, satu bertema prestasi terbesar dalam hidup dan satunya lagi tentang kontribusi bagi Indonesia. Khusus tema yang kedua, ada beberapa poin pertanyaan yang bisa dijadikan guideline untuk penulisan essay. Sekilas dua tema ini mungkin tampak sederhana, apalagi dibandingkan dengan topik skripsi yang kadang menjelaskan ke dosen saja pusing sendiri. *maaf curhat* Tapi yang perlu diingat, kita perlu memposisikan diri sebaik mungkin dalam penulisan kedua essay ini. Jangan sampai terkesan terlalu “rendah diri”, tapi juga jangan merasa jumawa atau arogan. Yang sedang-sedang saja, kalau kata lagu dangdut. Menurut saya sih, sebenarnya pihak penyeleksi tidak terlalu “peduli” dengan jenis dan bentuk prestasi maupun kontribusi kita. Toh, hampir semua yang mendaftar pasti berprestasi dan banyak berkontribusi bagi Indonesia semasa kuliah. Yang dilihat oleh penyeleksi adalah cara pandang kita tentang pengalaman-pengalaman di masa lalu, apa yang kita pelajari dari situ, dan semacamnya. (Jangan percaya 100% ya sama saya, hehehe *insert peace sign*)

RENCANA STUDI

Nah, kalau yang ini, tidak ada batas jumlah katanya. Mau buat panjang boleh, singkat tapi padat pun silakan saja. Awalnya saya bingung juga dengan format bebas ini, apalagi saat mendaftar ke universitas tujuan saya tidak diminta membuat research proposal. Jadilah saya ngubek-ngubek blog para awardee (baca: sebutan untuk penerima beasiswa LPDP) senior. *terima kasih kakak-kakak* Dari contoh-contoh yang saya dapat, ada beberapa yang hanya menuliskan garis besar penjelasan jurusan yang dituju, kemudian ditambah rencana setelah lulus. Ada juga yang mencantumkan pilihan kelas secara detil, bahkan sampai rencana keuangan perbulan pun ditulis. Hmm, makin bingung lah saya. Akhirnya saya ambil jalan tengah saja, dengan menuliskan latar belakang pilihan jurusan, kelas-kelas yang rencananya akan diambil, rencana topik tesis, dan rencana karier setelah lulus.

SURAT KETERANGAN SEHAT

Berbeda dengan dua benda di atas, yang ini tidak bisa saya siapkan sendiri. Saya harus melakukan medical check-up terlebih dahulu di rumah sakit pemerintah (sesuai syarat dari LPDP waktu itu). Berhubung saya berdomisili di perbatasan Pamulang-Serpong, jadilah saya memilih RSUD Kota Tangerang Selatan yang berada di Pamulang. Prosesnya kira-kira begini: saya datang dan mendaftar langsung di counter rumah sakit (tentunya dengan menjelaskan keterangan bebas penyakit apa saja yang saya butuhkan), lalu dicek lab dan rontgen. Sebenarnya ada yang harus saya kumpulkan ke RS keesokan paginya, tapi benda ini boleh diantar oleh siapa saja jadi kita tidak harus datang lagi. Saya sih titip ke Mama, hehehe. Setelah 4-5 hari kerja, saya datang lagi ke RS untuk mengambil hasil rontgen lalu membawanya ke ruangan dokter umum. Beliaulah yang menandatangani surat keterangan sehat, bebas narkoba, dan bebas TBC yang saya minta.

Itu tadi sekilas info tentang seleksi administrasi LPDP. Bagi yang mau tanya-tanya lebih lanjut, silakan komen di bawah ini. *kayaknya nggak ada juga sih, hiks*

Bagi yang mau daftar, saya ucapkan semangat dan semoga sukses!!!!

 

Advertisements

2 Replies to “Tentang Beasiswa LPDP: Seleksi Administrasi”

  1. gue mau nanya gue gue! kalo gue mau studinya awal atau pertengahan 2017, gue maksimal daftar LPDP kapan?

    anyway lu keliling indonesia tapi ga mampir ke jogja cha? hih.

    1. halo nisa, salam kenal! HAHAHA. terakhir yang aku tau, daftarnya itu maksimal 6 bln sebelum mulai studi. jadi kalo mau mulai awal/pertengahan 2017, daftarnya pertengahan/akhir tahun ini. begitu mbak kunc. kalo lo nikah di jogja insyaAllah aku ke sana kok :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s